Rabu, 09 Oktober 2013

PERENCANAAN

Diposkan oleh Alifatul Azizah di 08.38
DEFINISI PERENCANAAN

Perencanaan diperlukan dan sering sekali terjadi dalam berbagai jenis organisasi, karena perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil keputusan dan tindakan. Perencanaan juga diperlukan dalam berbagai jenis kegiatan baik perusahaan, organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu apakah perencanaan itu?
            Perencanaan atau sering juga disebut planning menurut Newman (1951) yaitu planning is decided in advance what is to be done. Sedangkan menurut Allen (1958) planning is the determination of a course of action to achieve a desire result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), diamana (where), mengapa (why) dan bagaimana (how) (Handoko, 1986). Kebutuhan akan perencanaan semakin hari semakin meningkat, dimana peningkatan tersebut punya akibat potensial terbesar terhadap sukses dan gagalnya memanajemen.

MANFAAT PERENCANAAN

           Sebagai langkah awal dari kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan, perencanaa memilik manfaat-manfaat sebagai berikut (Alam S, 2007):
1.   Perencanaan dapat membuat pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit akan terorganisasi menuju arah yang sama.
2.    Perencanaan yang disusun berdasarkan penelitian yang akurat akan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
3.  Perencanaan memuat standar-standar atau batas-batas tindakan dan biaya sehingga memudahkan pelaksanaan pengawasan.
4.       Perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan, sehingga para pelaksana memiliki irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

JENIS-JENIS PERENCANAAN

                Penggolongan jenis perencanaan dalam manajemen operasi berkaitan erat dengan jenis keputusan yang diambil dan jangka waktu implementasinya. Semakin strategis jenis keputusan yang diambil semakin tinggi pula posisi pengambil keputusan. Demikian pula, semakin panjang jangka waktu implementasinya biasanya juga semakin strategis sehingga pengambil keputusan juga dilakukan oleh pimpinan level atas atau top manager di perusahaan atau organisasi. Perencanaan yang menyangkut teknis operasional dan yang tidak berkaitan dengan investasi usaha berada pada level menengah atau pelaksana. Menurut Herjanto (2008), secara umum perencanaan dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu:
1.  Perencanaan jangka panjang (long-term planning) berhubungan dengan hal-hal strategis sehingga pengambilan keputusannya menjadi tanggung jawab pimpinan puncak. Perencanaan jangka panjang meliputi penyusunan kebijakan, misalnya menyangkut likasi fasilitas, penentuan kapasitas, pengembangan produk baru, penelitian dan pengembangan, serta investasi. Perencanaan jangka panjang biasanya mencakup waktu implementasi lebih dari dua tahun.
2.   Perencanaan jangka menengah (medium-term planning), dimulai setelah perencanaan jangka panjang dibuat, umumnya memiliki horizon waktu sekitar 6 bulan sampai 2 tahun. Perencanaan ini merupakan tugas manajer operasi, yang akan membuat keputusan taktis. Perencanaan jangka menegah harus konsisten dengan strategi yang telah dibuat pimpinan puncak dan dilaksanakan diantara sumber daya yang telah diputuskan/disediakan oleh keputusan strategi sebelumnya. Termasuk dalam kelompok perencanaan jangka menengah antara lain, perencanaan penjualan, perencanaan produksi agregat, penentuan tingkat persediaan.
3.       Perencanaan jangka pendek (short-term planning), mencakup waktu yang relatif pendek, biasanya tidak lebih dari 6 bulan. Perencanaan ini menjadi tanggung jawab personel operasi yang bkerja dengan penyelia atau kepala seksi untuk menjabarkan perencanaan jangka menengah menjadi rancana operasional dalam bulanan, mingguan, atau harian. Perencanaan jangka pendek harus dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan salah persepsi atau kebingungan dalam implemenatasinya. Jenis kegiatan yang dapat digolongkan sebagai perencanaan jangka pendek ialah penugasan kerja baik untuk manusia maupun mesin, pembebanan pekerjaan, penjadwalan, pengurutan jenis pekerjaan, dan pengiriman.




Sumber:
Alam S, Drs. 2007. Ekonomi. Jakarta: Esis.
Allen, Louis A. 1958. Management and Organization. New York: McGraw-Hill Book Company.
Handoko, T. Hani. 1986. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Herjanto, Eddy. 2008. Manajemen Operasi. Edisi ke-3. Jakarta: Grasindo.
Newman, William H. 1951. Administrative Action: The Techniques of Organization and Management. New York: Prentice-Hall, Inc.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

My World My Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea