Selasa, 09 April 2013

TEORI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN MENURUT TOKOH (2)

Diposkan oleh Alifatul Azizah di 20.57

B. Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud

Pendekatan Psikoanalisis
Dikembangkan oleh Sigmund Freud (1856 – 1939) yang dijuluki bapak psikoanalisis dan pencipta teori kepribadian modern. Psikoanalisis mempunyai latar belakang ilmu kedokteran (Freud, dokter penyakit jiwa). Belajar pada Charcot (1894) à terapi penyakit histeria dengan metode hipnosa . Belajar pada Breuer (1895) à terapi penyakit histeria dengan metode asosiasi bebas. Dari pengalaman terapeutik disusun teori Psikoanalisis. Berkembang di Eropa dan Amerika awal abad 20. Tahun 1900 Freud menulis buku terkenal yaitu Traumdeutung atau Interpretation of Dream . Psychoanalysis merupakan jenis terapi psikis dan juga teori kepribadian
Pendekatan Psychoanalitycs ada dua, yaitu:
  Freudian Psychoanalysis
  Post-Freudian/ Neo- Freudian Theories
Seseorang secara umum gaya berinteraksi dengan dunia. Orang-orang berbeda satu sama lain dengan cara yang relatif konsisten dari waktu ke waktu dan tempat.
Psychoanalytic Approach
Pendekatan Psikoanalisa = Psikodinamika. Teori ini mementingkan aspek dinamis yaitu sebab-sebab terjadinya proses psikis. Berdasarkan pemerhatian bahwa individu seringkali tidak menyadari faktor-faktor yang menentukan emosi dan tingkah laku mereka. Metode psikoanalitis yaitau pendekatan ini menyembuhkan klien dengan menggunakan teknik analisis mendalam yang bertujuan untuk menggali pengalaman masa lalu seseorang.

Dasar-Dasar dari Teori Psikoanalisa:
Dasar kepribadian seseorang diperoleh sejak masa kecil. Kejadian pada masa kecil/ lalu menjadi bagian dari ketidaksadaran. Gangguan   jiwa   terjadi akibat pertentangan antara id (dorongan instinktual) dan Superego (dorongan untuk mengikuti norma masyarakat). Pengalaman masa mendatang hanya pengulangan dari pengalaman masa lalu.
  Conscious-ness: segala sesuatu yang kita sadari
  Preconscious: Segala sesuatu yang membutuhkan sedikit usaha untuk dibawa ke dalam kesadaran
  Unconscious: Segala sesuatu yang sukar sekali muncul ke dalam kesadaran (menghasilkan pikiran-pikiran dan dorongan-dorongan)
Divisions of the Mind
a.       Ego - develops out of the id in infancy
  Paham akan realitas dan logika
  Mediator antara id dan superego
  Berfungsi untuk menunda pemuasan sesuai situasi (reality principle)
b.      Superego – hasil interaksi dengan dunia sekitarnya
  Internalisasi nilai dan moral dari lingkungan sosial
  Bersifat utopis (utopia)
  Berfungsi merintangi impuls dari id
  Dibedakan menjadi:
  ego ideal (apa yang semestinya/ idealnya dilakukan)
  conscience (apa yang tidak boleh dilakukan)
  responsible for guilt
c.       Id (Das Es) - instinctual drives present at birth
  Bekerja menurut the pleasure principle
  Memiliki 2 proses:
  Tindakan refleks (reaksi otomatis)
  Proses primer (penurunan ketegangan dengan cara membentuk khayalan tentang objek yang dapat menghilangkan ketegangan
Konsep-konsep Dasar Freud :
  Instink, merupakan representasi psikologis dari kebutuhan ragawi, untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.
a)      Karakteristik instink :
Sumber : kondisi jasmani yang merasakan adanya kekurangan (disebut kebutuhan)
Tujuan : menghilangkan rangsangan atau tegangan yang dirasakan oleh id dan ego
Obyek : segala sesuatu yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan / dapat meredakan ketegangan seperti benda, tindakan, atau kondisi yang dapat memberikan kenikmatan/kepuasan .
Impetus (kekuatan):  daya/ tenaga/ kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya
b)     Penggolongan Instink :
Freud membagi instink ke dalam 2 kategori :
1)      Life instink (instink hidup). Misal: lapar, haus, sex. Energi dari instink hidup disebut libido.
2)      Death instink (instink mati)
3)      Instink merusak (destruktif). Salah satu derivatnya adalah dorongan agresif.          
Kecemasan
Jenis-jenis kecemasan:
  1. Reality anxiety (timbul dari bahaya nyata)
  2. Neurotic anxiety (kekhawatiran jika id lepas kendali) à ketakutan pada hukuman)
  3. Moral anxiety ( timbul jika individu akan/ sudah melanggar norma yang tertanam dalam dirinya/ berasal dari kata hati)
Bentuk kecemasan yang terjadi di kemudian hari berasal dari trauma kelahiran dimana pada saat kelahiran, bayi diterpa bertubi-tubi oleh stimulus-stimulus dari dunia yang belum dikenalnya dan bayi belum dapat menyesuaikan diri terhadap semua stimuli tadi.
Bayi butuh lingkungan yang terlindungi, agar egonya mempunyai kesempatan berkembang & menguasai stimuli yang kuat dari lingkungan luar
Jika ego tidak dapat mengatasi kecemasan secara rasional maka kembali pada cara-cara yang tidak realistik à MEKANISME PERTAHANAN DIRI

Mekanisme PErtahanan Diri (defese mechanisms)
Penggunaan MPD adalah normal. Tujuannya untuk melindungi ego dan mengurangi kecemasan pada diri manusia.
  Jenis-jenisnya:
1.      Represi: menekan impuls ke bawah sadar
2.      Regresi: mundur ke cara di masa lalu
3.      Reaction Formation: mengganti impuls dengan kebalikannya
4.      Fiksasi: berhenti di satu fase tertentu karena fase berikutnya menimbulkan kecemasan
5.      Rasionalisasi: menyepelekan hal-hal yang besar/sulit, serta menganggap besar atau penting hal-hal yang kecil/mudah dengan argumentasi yang seakan-akan rasional.
6.      Displacement: mengalihkan pada objek lain yang lebih memungkinkan
7.      Proyeksi: memproyeksikan impulsnya pada orang lain (seolah-olah orla yang memiliki impuls tersebut).
8.      Sublimasi: mekanisme yang membantu individu melindungi ego dari kecemasan yang dapat diterima baik oleh individu maupun kelompok.

Tahapan Psikoseksual
1.      Tahap oral (0-1 th)
ü  Perilaku menghisap & menggigit
ü  Jika tidak terpenuhi:
a.       Oral passive personality (kurang terbuka, tidak asertif)
b.      Oral aggressive personality (suka mendebat/ ngeyel, sarkatis, mencaci)
2.      Tahap anal (1-3 th)
ü  Perilaku buang air besar dan kecil
ü  Jika tidak diajarkan ® anal aggressive personality (tidak rapi, jorok, sembarangan, seenaknya)
ü  Jika terlalu keras diajarkan ® anal refentif personality (kurang berani, pelit, kurang spontan)
3.      Tahap phalik (3-5 th)
ü  Kenikmatan pada perilaku yang berhubungan dengan alat kelamin
ü  Oedipus and Electra Complexes. The Oedipus represents a male child's love for his mother and the fear/jealousy towards his father. The Electra is the female version where the female child has anger toward her mother and exhibits "penis envy".     
ü  Jika dilarang: withdrawal (menarik diri dari hubungan heteroseksual) sangat feminin & cenderung tidak tertarik pada lawan jenis
4.      Tahap laten (5-13 th)
ü  Perilaku, dorongan seks ditekan (masa tenang)

5.      Tahap genital (>13 th)

ü  Perilaku: mulai tertarik pada lawan jenis dan dorongan seknyata 

0 komentar:

Poskan Komentar

 

My World My Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea