Psikologi Konsumen 3  

Posted by: Unknown

PROSES PENAWARAN
Sistem industri konsumen yang menghasilkan barang atau jasa perlu berusaha agar produk yang dihasilkan diserap atau digunakan oleh konsumen. Penawaran produk-produk dilakukan dengan berbagai macam cara yang pada dasarnya bertujuan untuk memberi informasi kepada konsumen tentang tersedianya produk-produk. Cara penawaran dilakukan melalui iklan diberbagai media massa, atau melalui penyebaran brosur, buku kecil, atau melalui manusia.
1.    Iklan
Iklan sering juga dikenal dengan sebutan advertensi yang merupakan penyesuaian kata bdari kata dalam bahasa Belanda advertentie. Kata lain dalam bahasa belanda untuk advertentie adalah reklame yang artinya ‘memberitahu’. Fungsi informatif iklan sampai sekarang masih mempertahankan. Disamping itu iklan sekarang memiliki fungsi yang lain yaitu fungsi persuasif.
Dengan fungsi informatif maka iklan menekankan komunikas memberitahukan informasi tentang produk kepada konsumen. Yang dipengaruhi ialah proses kognitif konsumen. Konsumen sadar akan adanya produk yang ditawarkan melalui iklan, mempresepsikannya, memahami dan mengolah data untuk kemudian disimpan atau tidak datanya.
Untuk dapat menawarkan produk secara efektif, perlu fungsi persuasif digunakan dalam periklanan. Penekanannya pada pengambilan keputusan. Konsumen tersentuh status afektifnya dan terjadi proses pengambilan keputusan yang dimulai dengan pengenalan masalah sampai kepada keputusan untuk membeli atau tidak.
Kedua fungsi iklan, fungsi informatif dan persuasif, sekarang masih tetap digunakan. Jika iklan menumbuhkan sikap yang positif terhadap produk yang ditawarkan maka fungsi persuasif yang perlu menonjol. Jika produk sudah cukup dikenal maka fungsi informatif dari iklan yang lebih berperan.

2.    Efektivitas Iklan
Tinggi rendahnya tingkat efektivitas iklan ditentukan oleh cara-cara yang digunakan oleh produsen dalam mengiklankan dagangannya. Menurut Burrt, sumbangan psikolog dalam bidang periklanan terutama berkaitan dengan daya tarik yang digunakan untuk mebujuk calon konsumen untuk membeli, dengan mengendalikan perhatiannya dan memberi kesan yang disimpan dalam ingatannya sehingga bila dibutuhkan produk tersebut muncullah merek produk tersebut dari ingatannnya. Faktor-faktor yang dianggap ikut memnentukan tingkat efektivitas iklan ialah yang diakronimkan sebagai AIDA, yang artinya :
a.    Attention, pertama-tama iklan harus dapat menarik perhatian calon konsumen . dewasa ini dengan begitu banyak produk yang ditawarkan di pasar kepada konsumen, banyak juga iklan yang dipasang di media massa.
b.    Interest, setelah calon konsumen mulai tertarik pada iklan. Diharapkan ia berminat untuk membaca iklannya. Penting di sisni alah jenis huruf dan kata-kata yang digunakan.
c.    Desire, selama membaca iklan diharapkan akan timbul keinginannya untuk membeli produk yang ditawarkan. Isi iklan hendaknya memberi keyakinan bahwa produk yang ditawarkan akan memenuhi kebutuhan dan harapannya.
d.   Action, dengan timbulnya keinginan calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan, telah terbentuk pula sikap yang positif terhadap produk yang positif terhadap produk tersebut.
Beberapa hal yang dapat menarik perhatian ialah :
a.    Penempatan iklan. Penempatan iklan disebelah dalam dari sampul depan majalah atau ditengah-tengahnya atau disebelah dalam dari sampul belakang mempunyai dampak yang berbeda-beda.
b.    Bentuk dan besarnya iklan. Bentuk iklan bulat, segiempat atau segiempat panjang, atau bentuk lain memberi dampak yang berbeda. Iklan yang berbentuk bulat, misalnya diantara iklan segiempat akan mencolok dan menarik perhatian.
c.    Iklan gambar atau cerita bergambar. Cara ini digunakan karena memberi kesan hidup.
d.   Penggunaan warna. Selain dapat memberi kesan keindahan juga memberi kesan kenikmatan. Misalnya iklan makanan dan minuman.
e.    Kepala berita (head lines) misalnya dengan menggunakan kata-kata STOP!, OBRAL BESAR!, JANGAN SAMPAI KETINGGALAN!
f.     Penggunaan kata-kata yang tepat banyak menentukan dalam menarik perhatian konsumen.

3.    Penelitian Periklanan
Penelitian periklanan meliputi penelitian tentang efektivitas periklanan dan penelitian tentang berbagai aspek dari periklanan cetak periklanan lewat televise dan radio dan media.

a.    Pengujian Efektivitas Periklanan
Efektifitas periklanan mencakup efektivitas periklanan majalah, harian, penawaran melalui surat (direct mail), papan reklame, iklan melalui radio dan melalui televise. Teknik-teknik yang digunakan ialah :
1)   Simulasi eksperimental. Salah satu jenisnya ialah melalui penggunaan dummy magazine, majalah tiruan dari majalah yang beredar. Misalnya dalam majalah tiruan ini iklan dipersiapkan dalam ukuran yang berbeda-beda, sedangkan warna, ilustrasi, posisi dan aspek iklan lainnya tetap sama.
2)   Peralatan mekanikal. Salah satu jenisnya ialah alat tekan tombol (push button). Cara ini digunakan dalam riset reaksi audience terhadap program radio dan televisi. Sejumlah konsumen diundang datang ke studio untuk melihat atau mendengarkan suatu program siaran.
3)   Survei pembaca dan pendengar. Survey diadakan terhadap pembaca dan pendegar untuk mengukur pengenalan kembali terhadap iklan-iklan yang spesifik, sikap mereka terhadap iklan-iklan tertentu.
4)   Pembelian dan pencarian keterangan dengan pemesanan pos. cara ini digunakan untuk mengukur efektivitas penjualan berdasarkan penawaran melalui surat yang dikirimkan melalui pos dibandingkan dengan penawaran lewat iklan-iklan yang lain.

McCormick & Tiffin (1974) mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Blackwell dan rekan. Mereka meneliti  lima ribu keluarga yang membeli karpet dalam enam bulan terakhir. Tujuannya untuk menemukan bagaimana orang mendengar tentang merek khusus dari karpet dan bagi mereka yang membeli karpet dengan merek tersebut, efektivitas dari setiap sumber yang berbeda yang mungkin mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli. Efektivitas dikatagorikan sebagai berikut :
1)      Paparan (expousure) yang efektif, sumber informal yang paling penting
2)      Paparan yang membantu, sumber memainkan peranan tetapi tidak paling penting
3)      Paparan yang tidak efektif, sumber tidak memainkan peranan dalam mengambil keputusan.

Yang digunakan sebagai sumber ialah : radio, televisi, majalah, surat kabar/harian, kontak pribadi dan wiraniaga. Hasilnya menunjukkan urutan ‘paparan efektif’ sebagai berikut : paling tinggi wiraniaga, kontak pribadi, majalah, surat kabar/harian dan televisi, radio. Untuk ‘paparan yang membantu’ sumber wiraniaga juga paling tinggi ikut mempengaruhi keputusan terjadinya pembelian.

b.      McCormick dan Triffin mengutip satu kajian tentang citra dari radio, televisi dan surat kabar yang dilakukan di Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Alat kajian yang digunakan ialah skala bentuk semantic differential. Sebagai sampel digunakan sama orang dewasa dan remaja yang ada, yang dipilih secara acak, dari 447 keluarga. Dua bulan kemudian kajian yang sama dilakukan terhadap separo dari jumlah keluarga sebelumnya yyang hidup sebagai tetangga mereka. Skala semantic differential diberikan memalui wawancara. Hasilnya antara lain :
1.    Surat kabar, dibandingkan dengan radio dan televisi, dianggap unggul dalam sifat-sifat intelligence, kemenarikan, kredibilitas, moralita, keberanian, dan keandalan.
2.    Dibandingkan dengan radio dan televisi, suratkabar dinilai paling rendah dalam sifat ‘tidak berprasangka’.
3.    Televisi, dibandingkan dengan radio dan surat kabar, dinilai paling unggul dalan ‘kehangatan’, tetapi dinilai paling rendah untuk ‘moralitas’.
4.    Dibandingkan dengan radio, televisi lebih unggul dalam sifat-sifat intelligence dan  ‘kemenarikan’.
            Hasil-hasil kajian di atas hanya berfungsi sebagai sebuah contoh dari kajain tentang citra beberapa media massa. Penelitian sejenis perlu juga secara berkala dilakuakan di Indonesia. 


 Sumber: Munandar, Ashar Sunyoto. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

This entry was posted on 15.44 . You can leave a response and follow any responses to this entry through the .

0 komentar

Posting Komentar